Afifah, 23. Aku menulis untuk memahami segala hati yang tak tertuliskan oleh lisan. Andai saja kita bisa semeja bercerita mengenai hujan dan matahari, aku akan bercerita lebih mengenai bulan dan bintang.
✎ HEAL
Wednesday, April 10, 2019 | April 10, 2019 | 0 comments ✉
Proses menyembuhkan begitu sulit. Bukan kerana kita tak mampu untuk menyembuhkan diri sendiri tapi kadang kala membiarkan kesakitan itu terus menerus ada sebagai tanda, "oh, aku sudah puas" atau, "aku lali dengan semua ini".

Sembuh tidak semestinya melupakan kerana masih ada luka yang menjadi cebisan kecil. Tidak untuk diingati tapi tetap untuk dirasai. Pernah sejenak berfikir, "aku masih terluka" itu sebenarnya bermaksud aku tak sepenuhnya sembuh dengan semua ini.

Hal yang kecil juga membuatkan kita semakin sensitif. Semakin menyakitkan. Entah kalau aku sahaja yang merasakan ini - itu yang sering diucapkan di dalam hati. Sepertinya tak ada seorang pun yang faham! Aku pernah menitipkan doa di dalam hati agar perlahan-lahan sembuh dari luka ini. Luka yang tidak sebesar mana tapi sungguh menyakitkan untuk menidakkan dan untuk tetap pandang kedepan, "aku sembuh". Penat.

Emosi yang mungkin tak pernah sesama manusia tahu adalah kesedihan. Mungkin kerana kesedihan layaknya didiamkan. Layaknya dinafikan. Jangan pernah bergelut soal hati dan kesedihan. Sembuhlah. Sembuhlah dari semua masalah dan keperitan yang ada dalam bayang-bayang hitam. Aku tahu tak semua manusia sanggup untuk saling bercerita, saling bertukar kesedihan maka sembuhlah. Aku doakan semuanya bisa sembuh dengan sepenuhnya.

Kita tak punya apa-apa selain kesembuhan.

Semoga Allah menyembuhkan kita semua.

Labels:


/