✎ aku hargainya, dua puluh sembilan belas
Tuesday, December 31, 2019 | December 31, 2019 | 0 comments ✉
silakan putarkan lagu dibawah dengan harapan penulisan kali ini punya rasa lebih mendalam.



Pagi ini tiba-tiba punya rasa ingin menulis. Aku membuka tingkap dan langsir, melihat embun dan kabus belum surutnya hilang dan begitu pun perasaanku.

Membuka blog yang kian tenggelam dengan jurnal penulisan lisan berbanding menaip segala rasa isi hati. Kita memang begitu bukan? perkara yang boleh saja diusahakan tapi malas. Aku juga sama.
Mencapai usiaku 23 tahun pada hari terakhir ini aku sudah belajar banyak perkara. Sini, aku senaraikan.

1. Kita semua cuma bermain-main
Maksudku di sini adalah kita bermain dalam permainan hidup. tak hanya itu, kita cuma bermain-main dengan apa adanya (selesa dengan semua hal).

2. Kita mulai risau dan resah akan kehidupan
Aku pernah memikirkan soal ini sehingga rasa bersalah terhadap diri sendiri. Kenapa dulu tidak belajar? Kenapa dulu belum cukup ilmu aku sudah berasa cukup baik? Kenapa kini hanya dikira bangsat yang tidak punya apa-apa? Sehinggakan aku cuba untuk positifkan diri kerana aku tahu, tak semua perkara itu didatangkan untuk keburukkan. Pasti semuanya ada kebaikkan.

3. Cinta dan jodoh bukan soal yang pertama 
Ah, ini semua khayalan. Aku tumpang gembira melihat semua sahabatku mulai mendirikan rumah tangga, ada yang mulai berkenalan, mulai ke fasa seterusnya tapi aku tidak lagi memikirkan soal ini. Kiranya dia mau datang, mohon ketuk rumahku dengan baik-baik saja, biar benar-benar ingin tinggal dengan nyaman.

4. Caranya bahagia
Kedua orang tuaku adalah caranya. Dengan sekecil tawa itu sudah cukup buat aku sendiri bahagia dan puas. Kenapa? Mereka sungguh kerja kerasa di saat aku masih belum dilahirkan sehingga hari ini, saat ini aku masih menyusahkan.

5. Sedikit teman
Ini sebenarnya sudah lama aku simpan. Aku mengurangi semua kenalan di telefon bimbit, mengurangi pengikut di media sosial dan perlahan-lahan ingin mengundur diri dari beberapa sosial media misalnya Twitter (kini sudah tidak ada) dan pernah sempat terfikir untuk pergi dari dunia sosial untuk sementara.


Teruntuk dua puluh sembilan belas, aku ingin mengatakan terima kasih atas semua memori yang singgah di hidupku, semua perasaan suka duka ku akan terus menjadi memori.
Ingat, kita hanya berganti tahun, bukan dunia.

Persiapkan dirimu dan apa sahaja yang mendatang bebas untuk dihakimi oleh dirimu saja bukan disebarkan kepada orang lain. Manusia memang tidak pernah lari dari sikap itu dan kita pemenangnya.

Semoga di tahun akan datang lebih banyak perkara baik yang datang dan belajarlah menjadi manusia.

Pesanan untuk diri sendiri.

Labels:


/