✎ Bercerita denganmu
Sunday, March 29, 2020 | March 29, 2020 | 0 comments ✉
Kamu tahu,

Aku selalu menunggu saat kita bercerita bukan tentang kita tapi tentang malam, siang dan senja. Penantian ini untuk kita sama-sama bercerita amatlah aku harapkan walaupun kadang pilunya hatiku untuk terus berdiri memanggil tapi teriakkanku hanya aku sendiri dengari. Jahat sekali aku mementingkan diri sedangkan kamu sudahpun bahagia di antara pilu dan penantianku.

Mari bercerita lagi dengan nada lembut dan perasaan tawa di bibir. Aku suka tapi aku diam senyumanmu menambahkan lagi cerita kita. Aku tunggu saat itu lagi. Saat kita sama-sama ketawa dan tidak mahu malam berlalu pergi. Kita lupa jam sudah berlalu, kita juga lupa pulang ke tempat berteduh. Rasa nyaman untuk bercerita tentang hal-hal yang kecil.

Sungguh, aku masih menanti. Kalau saja Tuhan pertemukan lagi kita dalam satu keadaan yang mengizinkan, aku mahu bercerita lagi. Bulan, bintang menjadi bahan cerita. Biar saja hanya imaginasi kerana aku tahu saat kamu bercerita segala isi perasaanmu terlihat di matamu.

Dasar aku banyak mimpinya.
Ternyata kamu sebenarnya mungkin bercerita dengan yang lainnya. Aku seakan tidak percaya aku pernah semeja berdiskusi tentang senja dan salammu kepada orangtua yang sehingga sekarang menjadi tanda tanya. Apa mungkin akan lagi sekerap ini kita bercerita? Soalanku kepada diriku sendiri.

/