✎ rintik membahasi perasaan
Thursday, April 9, 2020 | April 09, 2020 | 0 comments ✉
Melihatmu tersenyum pada satu hari yang indah membuatku masih percaya bahawa masih kamu lagi yang menjadi sebab aku berasa lega sendiri. Melihatmu menjadi yang terbaik juga membuatku percaya bahawa setidaknya kepergianku tidak menghalang dirimu menempuh badai dan segala hempasnya rintik hujan.

Tidak lagi aku mencarimu setelah pencarian ini aku akhiri dengan doa agar kamu akan selalu baik-baik saja tanpa khabar. Apa kamu sudah berasa hangat pada pelukan yang lain? Kalau mungkin iya, semoga pelukan itu kekal agar kamu tetap tersenyum.

Aku masih di sini, menulis segala hal yang tidak kutemukan pada orang lain. Segala isi hati yang sering kali aku menolak kerana semuanya tentangmu. Kepergianmu begitu mengajarkan ku untuk memegang pena yang salah, memegang kata yang tidak mungkin akan kembali lagi secara batinnya.

Mungkin kali ini aku sudah siap sedia untuk pergi agar tidak lagi segala ritma rasaku untukmu saja. Sudah usai dan sebaiknya kakiku juga mulai berjalan, tanganku mulai melepaskan begitupun hatiku yang kini tidak segenap untukmu lagi.

Pernah teriakkanku ini memohon untuk kamu terus tetap bersama tapi hanyalah aku saja yang berjuang. Kamu tidak sepertiku, kamu hanya melihat dari kejauhan, melambaikan perasaan hati yang kamu sudah lama ingin pergi.

Tidak mengapa.
Ku titipkan salam untuk yang sudah memberikan hangatnya peluk dan pegangan tangan itu.

Labels:


/