✎ Kamu berjalan dengannya
Sunday, September 5, 2021 | September 05, 2021 | 0 comments ✉

 Kita adalah sebuah melankolia yang begitu syahdu dan terasa sepi. Kita adalah sebuah lukisan yang pernah dipaparkan untuk mereka yang dahagakannya. Apakah sebenarnya lukisan yang pernah terpapar itu adalah yang indah atau hanya satu makna cinta yang dusta?

Ketika aku bingung sendiri, aku melepaskan segalanya melalui satu penceritaan dalam benak fikiranku. Setidaknya aku yang melakarkannya menjadi lebih indah bukan seperti realitinya. Penceritaan yang aku lakar begitu manis sehinggakan terkadang aku ingin terus berada dalam rasa ini. Rasa di mana kau masih didepanku, menyambut tanganku dan mengucup bibirku.

Kau berjalan dengannya. Hujan turun renyai, angin meniup dinginnya tubuhku dan begitupun tubuhmu di hadapanku, kaku terbaring. Apakah sebenarnya ada yang ingin kamu sampaikan kepadaku?

Bunga yang kugubah adalah bunga kesukaanmu dan hari ini aku meletakkannya benar-benar disebelahmu. Namamu terus ku eja perlahan-lahan, mengucapkan rasa yang terakhir sebelum kamu pergi ke tanah. Semoga ini adalah satu tanda untuk aku menjadi lebih kuat. Menjadi lebih baik daripada sebelumnya.

Kau berjalan dengannya, tanpa nota yang terakhir.